Desain Sebagai Jembatan Menangkap Peluang Bisnis

Seperti yang dikemukakan oleh Bruce Nussbaum, desain memiliki makna sebagai wahana pembantu untuk melakukan inovasi pada berbagai kegiatan industri dan bisnis. Ruang lingkup desain yang begitu luas memberikan pilihan bagi insan kreatif dalam mengembangkan potensinya. Beberapa bidang ilmu desain yang paling dibutuhkan dalam bisnis antaranya adalah Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, dan Desain Mode atau fesyen.

DKV yang selama ini sering membuat publik salah dalam memahami ruang lingkupnya semakin menunjukkan fungsi dalam bisnis. Lebih dikenal dengan sebutan Desain Grafis, DKV mengembangkan potensi kreatif dalam diri individu dengan menggabungkan seni visual dan teknologi untuk menyampaikan ide. Hal ini sangat dibutuhkan dalam memasarkan produk usaha. Tanpa wawasan dan skill yang tepat dalam penyampaian informasi menggunakan visual seperti teks dan foto yang paling sederhana, maka pesan dari produk tidak akan sampai ke konsumen.     

Sebelum teknologi informasi berkembang, pemasaran produk dilakukan secara tradisional baik melalui surat kabar maupun radio. Iklan di surat kabar menggunakan banyak teks sehingga kurang menarik. Pesan suara melalui radio saat ini sudah tidak terjangkau lagi bagi generasi milenial karena mereka tidak lagi mendengarkan radio namun lebih banyak menghabiskan waktu mengakses media sosial. Media sosial sendiri memiliki konten yang sebagian besar adalah gambar. Hal inilah yang kemudian menjadi peluang bagi pemilik bisnis untuk beriklan meggunakan konten visual.

Kemudian, siapakah yang ahli dalam mengolah dan membuat pesan sehingga menjadi konten visual? Pastinya orang-orang yang memiliki skill di bidang DKV. Bidang ilmu ini yang kemudian menjadi paling fasih dalam menerjemahkan pesan untuk pemasaran produk. Maka tidak heran jika marketing communication (markom) menjadikan DKV sebagai ujung tombaknya. Melihat fenomena tersebut, pemilik skill di bidang DKV khususnya para mahasiswa maupun lulusan DKV memiliki nilai unggul dibandingkan dengan lulusan bidang ilmu lain yang bisa dikategorikan sudah “jadul”.

DKV yang mempelajari tentang konsep pemasaran secara visual sanggup secara mandiri menangkap peluang bisnis. Menjadi wirausaha atau entrepreneur kreatif (creativepreneur) menjadi kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan serta ilmu yang sudah dipelajari di DKV. Sebagai contoh, lulusan DKV yang ingin membuka kedai kopi tidak lagi membutuhkan jasa fotografer, desainer grafis, maupun pemasaran untuk membuat desain logo, papan nama, foto produk dalam menu, maupun konten promosi sosial media. Karena kemampuan tersebut sudah dimiliki oleh lulusan DKV.

Dalam bauran pemasaran (marketing mix) terdapat 4 poin penting dalam perencanaan awal bisnis atau yang sering disingkat dengan 4P yaitu produk (product), tempat (place), harga (price), dan terakhir adalah promosi (promotion). Melihat peluang bisnis yang ada, menetapkan produk yang akan dijual, tempat menjual, serta harga dapat dilakukan oleh hampir semua orang tanpa skill khusus. Namun tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menjual produknya. Seperti contoh di atas dapat disimpulkan bahwa kemampuan promosi secara visual yang dimiliki oleh pemilik skill di bidang DKV menjadi salah satu poin penting dalam memulai bisnis atau usaha.

Beda halnya dengan DKV, Desain Interior memiliki keunikan serta kelebihannya sendiri dalam menangkap peluang bisnis. Jika DKV handal dalam hal membuat strategi promosi yang kreatif maka Desain Interior memiliki kelebihan dalam merancanga ruang serta menciptakan produk kreatif. Masyarakat saat ini secara tidak sadar dimanjakan dengan desain interior yang memanjakan mata terutama saat berada di tempat makan kekinian. Mereka akan mengambil foto dan mengunggahnya di media sosial karena tempat yang mereka datangi terlihat cantik. Jika ditelisik berdasarkan definisinya, Desain Interior sendiri adalah seni dan ilmu untuk meningkatkan bagian dalam (interior) bangunan untuk mencapai lingkungan yang lebih sehat dan lebih menyenangkan bagi orang-orang yang menggunakan ruang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa desain interior memberikan nilai estetika dan kenyamanan yang lebih dalam sebuah bangunan.

Kemudian dimana letak peluang bisnis yang bisa ditangkap oleh seorang desainer interior? Peran seorang desainer atau perancang interior adalah dalam merencanakan, meneliti, mengkoordinasi, dan mengelola ruang interior bangunan. Mereka memiliki keahlian dalam memanfaatkan ruang yang ada untuk dikelola dengan material yang sesuai, baik dari segi konsep dan anggaran. Keahlian inilah yang kemudian dapat dimanfaatkan dalam memulai bisnis yang memanfaatkan ruang misalnya bisnis kuliner. Sebagai contoh, seorang desainer interior ingin membuka usaha ayam geprek dengan mengontrak sebuah ruko satu lantai dengan luas bangunan 50 m2. Dengan keahliannya, tempat usaha tersebut dapat direspon menggunakan material yang ekonomis dan konsep yang menarik sehingga tempat menjadi nyaman dan memiliki nilai lebih dibandingkan usaha ayam geprek lain. Walaupun terlihat sederhana namun pengalaman pelanggan dalam datang ke tempat makan dengan interior menarik sangat berpengaruh terhadap penjualan produk. 

Bagi orang-orang yang memiliki minat di bidang mode (fashion) kini di Bali sudah hadir prodi Desain Mode di Institut Desain dan Bisnis Bali (IDB Bali). Bidang ilmu desain mode sendiri tidak kalah dengan DKV dan Desain Interior sebagai jembatan dalam menangkap peluang bisnis. Para lulusan desain mode akan memiliki kemampuan dalam menciptakan produk bisnis pakaian maupun aksesoris mode. Selain bisnis kuliner, bisnis sandang memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan generasi milenial (kelahiran 1983-2000) juga berpengaruh terhadap siklus jual beli produk sandang yang menjadi lebih cepat. Hal tersebut dikarenakan lebih mudahnya akses pemasaran serta keinginan generasi tersebut untuk tampil lebih modis di media sosial mereka. Hal tersebutlah yang kemudian menjadi peluang bisnis bagi para desainer atau perancang mode untuk menghasilkan produk sesuai dengan keinginan pasar.

Para mahasiswa yang sedang menempuh maupun lulusan dari desain mode dapat menciptakan produk fashion sesuai dengan trend dan minat dari generasi milenial yang jumlah nya diprediksi mencapai 141 juta orang di Indonesia. Bukan hanya merancang busana namun aksesoris fashion seperti sepatu dan tas sangat diminati bukan hanya oleh kamu hawa namun juga pria.

Dari pemaparan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa program studi Desain Komunikasi Visual (DKV), Desain Interior, dan Desain Mode memiliki keunggulannya tersendiri namun mampu menjadi jembatan sekaligus nilai tambah dalam menangkap peluang bisnis. Kemajuan teknologi sangat mempengaruhi sektor industri dan perekonomian di Indonesia. Kemampuan untuk menjawab tantangan serta kebutuhan pasar bergantung kepada bidang ilmu yang ditekuni di perguruan tinggi. Menjadi pegawai negeri, karyawan BUMN, atau swasta kedepannya tidak akan lagi diminati oleh generasi milenial. Generasi milenial yang tergolong tech savvy (penggemar teknologi) akan tertantang untuk membuat startup (rintisan) bisnis sendiri. Dengan memilih bidang ilmu desain, kreatifitas mereka dalam berbisnis akan terasah sejak dini sehingga mampu menciptakan karya maupun produk bisnis yang kedepannya sesuai dengan permintaan pasar.

Copyright Themes © 2022

bahis sitelericascade altyapılı sitelerkareasbet güncel girişdeneme bonusu veren sitelersiyah bayrak aynakayaşehir escortFındıkzade Escortkareasbet güncel girişBetingo Güncel GirişYabancı dizi izleesbet girişbullbahisbenimbahisbenimbahisFTN Bahis Sitelerigüvenilir casino sitelerigobahis girişasper casinoGüvenilir poker siteleriizmir escortforumbahis2.probeylikdüzü escortesenyurt escortistanbul escortbeylikdüzü escortbeylikduzu escortbeylikduzu escortbakırköy escortizmir escortistanbul escortavcilar escortyabanci dizi izlebullbahisbullbahisbakırköy escortataköy escortPHP Shell indirbetturkeybetturkeybetparkavenuesbistro.combedava maç izlexslotstarzbetjojobetbetparkbetistmarsbahis girişdeneme bonusu veren sitelerdeneme bonusu veren sitelerBahis SiteleribetturkeyBetturkey