Perancangan Video Dokumenter Tradisi Maburu di Desa Panjer Denpasar Bali

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa setiap Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian pada masyarakat juga diselenggarakan oleh Institut Desain dan Bisnis Bali. Bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan adalah berupa kegiatan Pelestarian Tradisi Meburu di Desa Panjer Melalui Perancangan Video Dokumenter yang berlokasi di lingkungan Desa Adat Panjer Denpasar.

Adapun tradisi yang dimuat dalam video dokumenter ialah “Tradisi Meburu”. Meburu dalam bahasa Indonesia berarti Berburu. Tradisi ini biasanya diadakan pada saat Tawur Agung Kesanga yang mana merupakan hari yang sama dilakukannya pawai ogoh-ogoh di Bali. Tradisi Maburu ini sangat terkenal dikalangan Desa Pakraman Adat Panjer. Diawali dengan umat Hindu di Desa Pakraman Panjer yang melakukan persembahyangan di Pura Desa. Setelahnya, semua pemangku/ pendeta yang ikut serta dalam ritual berkumpul di halaman utama Pura Desa. Mereka menari dengan sukarela, diiringi oleh gamelan adat khas Bali. Hingga beberapa pemangku ‘terpilih’ untuk melakukan perburuan. ‘Terpilih’ disini berarti bahwa pemangku tersebut dijadikan penghubung Bhuta Kala (Roh-roh) dengan Bhuana Agung (Alam semesta) atau dikenal dengan istilah Kerasukan. Para Bhuta Kala yang masuk ke dalam raga pemangku akan berlari mencari Caru (Sesajen) ke arah Pura Tegal, karena memang sejak awal caru tersebut di letakkan di Pura Tegal. ‘Mereka’ berlomba dan berlari dengan cepat seperti seseorang yang sedang berburu. Itulah kenapa tradisi ini disebut dengan Maburu. Setelah sampai di Pura Tegal, ‘mereka’ akan di beri sesajen dan diminta untuk kembali ke alam mereka masing masing atau yang sering disebut Nyomya.

Pelestarian Tradisi Meburu yang digarap mendukung program dari Desa Adat Panjer dan Karang Taruna Pramartha Jaya Kelurahan Panjer dalam upaya melestarikan Tradisi Meburu, yang dimana tradisi ini memiliki tujuan untuk menenangkan para Bhuta Kala agar tidak mengganggu pada saat perayaan Nyepi di Bali Khususnya di Desa Adat Panjer, Denpasar. Dimana perancangan video dokumenter ini dilaksanakan dalam kurun waktu 6 bulan yang dimulai dari proses pencarian pengembangan data maupun ide, pra produksi, produksi, pasca produksi, dan distribusi.

Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan karya dalam upaya pelestarian Tradisi Maburu melalui perancangan video documenter. Selain itu, upaya ini juga akan dapat meningkatkan kepedulian civitas akademika IDB Bali maupun masyarakat Desat Adat Panjer terhadap pelestarian adat, budaya dan tardisi yang menjadi kekayaan Nusantara khususnya yang ada di Pulau Bali.