Inspirasi Untuk Institusi: Benchmarking Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali ke Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar

Benchmarking kali ini menuju kampus Insitut Seni Indonesia (ISI) Denpasar. Kampus seni yang telah berpengalaman puluhan tahun mengelola institusi pendidikan di berbagai bidang seni, antara lain: seni visual dan desain, seni murni, seni kriya, dan seni pertunjukan dengan berbagai macam jurusannya.

Tim benchmarking  IDB Bali diterima oleh Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn selaku ketua LPPM ISI Denpasar. Pertemuan tersebut menjadi ajang sharing terkait pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hal menarik yang sangat inspiratif terkait seluk beluk tata kelola LPPM, penelitian, pengabdian kepada masyarakat (PKM), dan penjaminan mutu. Sebagian besar pengelolaan sub bidang tugas institusi tersebut telah tertata baik dengan dukungan kelengkapan jumlah personalia.

Bapak Dr. Drs. I Wayan Suardana, M.Sn dalam pemaparannya menyatakan: ”ISI Denpasar telah mengembangkan program-program PKM yang menyangkut bimbingan dan pelatihan di desa yang dinamakan Nata Cita Desa Swabudaya, pemberian insentif publikasi kepada dosen yang lolos di penerbitan jurnal atau buku, dan yang cukup spektakuler adalah telah dilakukan Program PKM internasional ke Malaysia, juga ke sekolah-sekolah, dan sudah bisa melaksanakan Pekerti secara mandiri”.

Hal itu tentu tidak terlepas dari ketersediaan sumber dana yang teratur per tahunnya melalui alokasi dana Dipa penelitian dan penciptaan Seni (P2S), dengan penetapan kuota sebanyak 20 proposal mendapat 20 juta per penelitian. Demikian juga halnya dengan bidang Pengabdian, sama dialokasikan sebesar 20 juta per pengabdian dengan kuotanya sebanyak 7 usulan PKM.

Kolaborasi yang menarik tampak pada proses pembuatan proposalnya, biasanya para dosen pemula akan meminta bimbingan dan tip-tip sukses kepada temen-teman sejawat dosen yang sudah sering memenangkan hibah bersaing seperti itu. Hal itu tentu akan membangun suasana akademik dan etika ilmiah yang baik bagi kemajuan institusi.

“IDB banyak mendapat pembelajaran tentang praktik terbaik dari ISI Denpasar dalam pengelolaan institusi pendidikan seni dan desain, termasuk kurikulum, metode pengajaran, penelitian, pengabdian, akses sumber pendanaan hibah dan kolaborasi internasional. Praktik-praktik ini banyak mengispirasi IDB untuk meningkatkan kualitas program studi dan pendekatan pembelajaran bagi seluruh civitas akademika,” ujar Rektor IDB Bali, Dr. Ni Kadek Suryani, SE, S.I.Kom., MM.

Benchmarking antara Institut Desain dan Bisnis (IDB) Bali dan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, dapat memberikan banyak inspirasi bagi kedua institusi. Berikut beberapa ide yang inspiratif:

Kolaborasi dalam Program Pendidikan. IDB Bali dan ISI Denpasar dapat menjalin kerjasama dalam program pendidikan seperti pertukaran mahasiswa atau pelaksanaan kursus bersama. Ini akan memperkaya pengalaman belajar bagi mahasiswa di kedua institusi.

Pengembangan Kurikulum. Meninjau kurikulum dari masing-masing institusi untuk memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing. Ini bisa membantu dalam mengembangkan kurikulum yang lebih berkualitas dan relevan bagi mahasiswa.

Penelitian Bersama. Berkolaborasi dalam proyek penelitian bersama. Misalnya, melakukan penelitian budaya Bali yang menggabungkan aspek seni dan desain, yang bisa menjadi sumber pengetahuan baru dunia seni dan industri kreatif.

Pameran dan Pertunjukan Bersama. Mengadakan pameran seni dan desain bersama atau pertunjukan kreatif untuk memamerkan karya mahasiswa dari kedua institusi. Ini dapat menjadi ajang promosi yang baik dan juga pertukaran ide.

Pelatihan dan Workshop. ISI Denpasar dapat memberikan pelatihan atau workshop kepada mahasiswa IDB Bali, terutama dalam bidang seni tradisional dan budaya Bali, sementara IDB Bali bisa memberikan workshop dalam desain yang inovatif berbasis teknologi digital.

Staf Pertukaran. Pertukaran staf pengajar atau dosen juga bisa menjadi bagian dari kolaborasi ini, sehingga pengalaman dan perspektif yang berbeda dapat diperoleh.

Pengembangan Sarana dan Prasarana. Meninjau fasilitas fisik dan teknologi di kedua institusi untuk mengidentifikasi perbaikan yang mungkin diperlukan. Ini termasuk perpustakaan, studio seni, laboratorium desain, dan fasilitas pendukung lainnya.

Pengembangan Hubungan dengan Industri. Melibatkan dunia industri lokal, nasional, dna internasional dalam pendidikan dan penelitian, sehingga mahasiswa dapat terhubung dengan peluang kerja yang lebih baik dan mendukung program kampus merdeka.

Budaya dan Etika. Mempelajari budaya dan etika lokal adalah bagian penting dari pengembangan institusi pendidikan. ISI Denpasar dapat membantu IDB Bali dalam memahami dan memasukkan nilai-nilai budaya Bali ke dalam pendidikan.

Program Bertukar Alumni. Membangun jaringan dan program bertukar bagi para alumni dari kedua institusi, sehingga mereka dapat terus terhubung dan berkolaborasi dalam berbagai hibah proyek penelitian, PKM, atau pengajaran di masa depan.

Melalui benchmarking dan kolaborasi semacam ini, kedua institusi dapat memperkaya program pendidikan, meningkatkan reputasi, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi mahasiswa, dosen, tenaga pendidik sebagai komunitas akademik seni dan desain yang sama-sama berbasis di Bali.