Kutu Buku #3 Bedah Buku “Arsitektur Tradisional Bali dalam Himpitan Modernitas” Menyuguhkan Dialog Kritis

Denpasar, Bali – Sebuah acara akademik bertajuk Kutu Buku#3: Kupas Tuntas Buku dari Penulis Inspiratif yang ke tiga ini dihadiri oleh dosen IDB Bali, New Media Collage, dan mahasiswa magister desain IDB Bali. Membedah buku karya penulis muda Dr. Kadek Pranajaya, S.T., M.Si yang berjudul “Prinsip Arsitektur Tradisional Bali dalam Himpitan Modernitas”. Acara yang berlangsung di aula IDB Bali pada hari Sabtu, 6 April 2024 ini menarik perhatian banyak pihak yang tertarik dengan dinamika perubahan arsitektur di Bali dalam konteks modernitas yang semakin mengglobal dan menggerogoti identitas warisan arsitektur Bali tersebut.

Buku tersebut, yang menggali lebih dalam tentang bagaimana arsitektur tradisional Bali berevolusi di tengah tekanan dan pengaruh modernitas, menjadi pusat perbincangan yang sangat menarik. Dr. Kadek Prana, seorang pakar dalam bidang arsitektur dan budaya Bali, membawa pembaca dalam perjalanan yang menarik tentang bagaimana prinsip-prinsip tradisional Bali tetap relevan dan beradaptasi dalam era modern yang cepat berubah.

Dalam bedah buku ini, buku tersebut dianalisis dan dinilai secara kritis oleh Dr. I Putu Gede Suyoga, S.T., M.Si, seorang akademisi yang juga memiliki keahlian dalam bidang arsitektur tradisional dan modern. Dr. Suyoga memberikan wawasan yang dalam tentang kontribusi buku tersebut terhadap pemahaman kita tentang arsitektur tradisional Bali dan pergeseran yang terjadi dalam konteks arsitektur modern.

Dr. Suyoga menyatakan, “Buku ini tidak hanya menggambarkan secara detail keindahan dan keunikkan arsitektur tradisional Bali, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan implikasi dari modernitas terhadap warisan budaya kita. Pak Dek Prana berhasil menyuguhkan analisis yang mendalam tentang bagaimana arsitektur tradisional Bali mendapat tekanan cukup keras dari berbagai agen dan struktur dalam relasi kuasa pengetahuan. Tantangan dan upaya bertahan dan bertransformasi dalam menghadapi tantangan zaman.”

Buku ini memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana arsitektur tradisional Bali tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dan berevolusi dalam menghadapi tekanan globalisasi dan modernisasi. Melalui pandangan yang tajam dan analisis yang kritis, buku ini mengajak pembaca untuk mempertimbangkan kembali prinsip-prinsip budaya tradisional dalam konteks dunia yang terus berubah.

Acara bedah buku ini tidak hanya menjadi forum untuk mendiskusikan buku tersebut, tetapi juga untuk merayakan kontribusi Dr. Kadek Pranajaya dalam memperkaya pemahaman kita tentang arsitektur dan budaya Bali. Diharapkan, buku ini akan menjadi bahan bacaan yang penting bagi para akademisi, mahasiswa, dan siapa pun yang tertarik dengan warisan budaya dan arsitektur tradisional Bali.